stiap keluarga punya cara sendiri2 bet ngerayaon lebaran, jadi inget wakti kecil dulu, seneeeeng banget klo mau lebaran. soalnya lebaran berarti puasanya selesai… boleh makan bebas lagi, boleh minum lagi, gag keausan, gag kelaperan gag dehidrasi, gag lemes. Bunda bilang, mestinya kita sedih, klo dah mau lebaran, soalnya, brarti ramadhan selesai, gag ada diskon pahala [...]
Posts Tagged ‘bunda’
aku, bunda, dan ramadha…. (suatu cara’a mengenalkan islam padaku….)
Posted: September 11, 09 in UncategorizedTags: bunda, curhat, islam, my life, ramadhan
Waktu kecil dulu,, klo gw sedih, atau hari itu gag berjalan sesuai dng keinginan gw,, bunda slalu blng… “tdr aj, Lupain semua yg terjadi hari ini, saat pagi dtg, semua yg terjadi hari ini cuma sejarah yg akan kmu kenang, atau kamu lupakan…” Waktu ku menjelang remaja, saat rasa itu pertama kali dtg padaku… Bunda [...]
luka itu berdarah lagi…
Posted: June 22, 09 in UncategorizedTags: bunda, curhat, my first love, nimo, pintu ke 5
nimo pernah menjadi seorang yang paling berarti bwt gw… hampir 7 tahun waktu gw gw habisin bwt dia.. menggoreskan kenangan indah, juga paling perih yang gag akan pernah mau gw ulang lagi… berjalan bersamanya, kaya masuk ruangan gelap tanpa cahaya, bersiaplah untuk jatuh dan terluka… dan itu dah gw lalui berkali2… saat jatuh, kadang gw [...]
bunda.. knapa begitu lama tak kau sambangi aku dalam mimpiku.. aku rindu padamu, bunda. bunda banyak yang ingin ku ceritakan padamu tentang gundahku, tentang rasa2 ku, dan tentang dia penyebab gundah itu… bunda… ku ingin bercerita… aku jatuh cinta, mungkin tak sehebat yang pertama, tapi kucinta dia bunda… bunda.. baru kali ini kurasa takut kehilangan, [...]
bunda adalah orang terpenting daalamh hidup quw, sembilan belas tahun waktu quw,ku habiskan dalam buaian nya,, bundaku adalaah seorang tipe wanita jawa se kali, dibesarkan dalam cultur budaya aristokrat jawa, beliau menjadi seorang wanita yang tangguh dan keras,, tanpa terasa empat tahun sudah beliau meningalkan kami, namun sepertinya beliau selalu ada di sisi kami, smua [...]


