Posts Tagged ‘my others half’

Rinai hujan basahi aku,
temani sepi yg mengendap,
saat, aku mengingatmu,
dan semua, saat manis itu…

Gag ad yg bsa jdi kya kmu bi… Walau pun aq dah berusaha ngegantiin tmpat kmu sama orang lain, cuma kmu orang yg bisa ngertiin aq… Kmu my others half…

Inget saat2 manis kita, waktu cuma ada kita, aq dan kmu, tanpa dia….

Inget mimpi2 yg kita bagi berdua, tentang rumah kecil kita, tentang bagaimana rumah tangga kita nanti kita bina… Everything will be ok… U always say that…

Sampai semua itu terjadi, sampai kmu ngancurin semua mimpi2 itu bi… Aq bisa bertahan, karna aq tau pasti, cinta kmu cuma bwt aq… Sampai kapanpun, bahkan sampai hari ini, aq tau itu…

Kmu blng aq gag tau apa yg kmu pikirin bi… Aq gag ngerti jalan pikiran kmu… Kmu salah bi… Aq tau, aq ngerti, kmu pernah blg kan… We know each other walaupun tanpa kta2… Karna kita saling memiliki… We still belongs together,, until now!!

Aq ngerti kmu bi, aq tau jalan pikiran kmu, karna itu sampai skrg aq gag pernah benci kmu… Aq cuma gag mau kmu makin berat ninggalin aq bi, aq gag mau jadi penghambat obsesi kmu…

Kmu bilang aq sekuat karang, aq gag akan pernah terkalahkan, aq tegar, aq gag rapuh…

Aku bilang kmu matahariku, yg setia menyinari siang dan malam,, i’m lost without u…

Kmu blg matahari terlalu panas jika hanya menyinari bumi, bolehkan aq menyinari planet2 yg lain??

Aku bilang… Matahari di ciptakan bukan hanya untuk bumi… Aq rela…

Tpi ketika dia menginginkan mu utuh… Apa yg harus aq lakukan??? Aq tak sanggup menahan matahariku…

Bi… I still luving u because of Alloh… Moga kita bersatu di janah’a…

2 bulan menahan semua’a berharap bsa memperbaiki sesuatu yg dah rapuh… Tpi semakin lama semakin menyesakkan…

Mencoba bertahan untuk tidak mengucapkan sabda itu, bertahan, walau kadang, sabda itu sangat menggoda untuk di keluarkan…

Sabda itu hanya sebuah kata, kta sakral yg hingga saat ini blum terucap gamblang dr bibir q.. Sbuah kata…

Everything’s Over!!

Yah kata itu… Dan skarang sabda itu tlah terucap! Sbuah sabda yg harus aq patuhi, karna stiap sabda yg kluar dr mulutku ada sabda pandita ratu bagi diriku sndiri…

Dan ketika sabda terucap.. Tak ad jalan untuk kita kembali… Tak ad cara untuk memutar waktu… Tak ada mimpi untuk merangkai asa itu lgi!!

dulu Pembuat Kunci itu memberikan sebuah kunci padaku, untuk membuka sebuah pintu, ku tak pernah meminta padaNya, Dia yang memberikan kunci itu padaku. Ku mulai memcoba membuka pintu itu.. bertahun ku coba, pintu itu tak penah berhasil ku buka, pernah suatu ketika ia membuka jendelanya, sehingga ku bisa melihat ruangan di baliknya.. indah… sangat indah… tapi ku tak mungkin masuk ksana,,

sampai akhirnya di suatu ketika, ku memutuskan mematahkan kuncinya… biarlah pintu itu menjadi kenangan, karna ku yakin, suatu saat, kan ada pemilik kunci lain, yang bisa membukanya….

Ku kembali berjalan, melintasi ruang, begitu banyak pintu disana.. ruangan manakah yang akan menjadi milikku kelak.. ku kembali berhenti di suatu pintu… kali ini kuminta padaNya untuk membuatkan kunci untukku membuka pintu itu… Dia membuatkannya… tapi tetap, pintu itu tak berhasil ku buka… dan mulai saat itu, ku berhenti meminta di buatkan kunci OlehNya, karna ku yakin, Dia akan memberikan Kunci pdaku, tanpa kuminta….

Suatu ketika ku berhenti lagi di depan pintu lainnya… pintu ini sangat sederhana… teramat sederhana dari pintu2 lainnya… namun sebuah jendela di sampingnya terbuka, membuatku dapat melihat keindahan ruangannya…. ruangan yang sangat indah…aku pernah berangan akan menempati ruangannya…. Dia pun tlah memberikan kuncinya padaku… tapi aku tak yakin… aku orang yang tepat untuk memiliki ruangan’a… ku lupakan pintu itu… ku tinggalkan dia, mencari pintu lain yang memiliki ruangan yang tepat untukku…

Tiga kunci di genggaman ku, sebuah kunci yang patah, sebuah kunci yang salah, dan sebuah kunci yang yang tak sanggup untuk ku coba… karna aku takut jika pintu itu terbuka, dan aku bukanlah orang yang tepat untuk menghuni ruangannya…

Ku berhenti kembali di sebuah pintu… pintu itu tak seindah yang pertama,, tak sesempurna yang kedua, tak sesederhana yang ke tiga…. hanya pintu yang biasa… kembali Ia memberikan kunci itu padaku… ku coba membukanya… dan Viola… Pintu itu terbuka… Ruangan yang sederhana… tak seindah ruangan yang sebelumnya… tapi ku yakin, ku dapat membuat semuanya menjadi sempurna… dan ku pun mulai merajut asa.. inilah ruangan terakhirku,, tempatku berlindung menghabiskan sisa umurku….

Tapi… saat ku berada di dalamnya… knapa masih ada pemegang kunci lainnya yang bisa membuka ruangannya???? Oh… ya,, aku lupa… Sang Pembuat Kunci pernah berkata, “mungkin saja Aku menyiapkan sebuah ruangan, yang bukan hanya untuk kau nikmati sendiri… tapi juga kau harus berbagi..Maka belajarlah untuk Iklhas menerima bagaimanapun Ruanganmu nanti“

Biarkanlah… lagi pula ruangan ini cukup besar untuk kmi… ku yakin kita dapat berbagi… ku mencoba tetap berada di dalam ruangannya… menetapkan hati inilah ruangan terakhirku… tapi semakin lama ku berada di dalamnya… semakin kusadari,, ruangan ini terlalu kecil untuk kami…

Kini ku berdiri di ambang pintunya… berpikir apa yang sebaiknya ku lakukan… haruskah ku pergi meninggalkan ruangan ini, mencari pintu dan ruangan lain’a.. sebuah pintu yang menjaga ruangannya hanya untukku, tanpa berbagi dengan yang lain, agar aku tak terluka lagi…. atau tetap berada disini.. mencoba bertahan, dan berharap.. suatu hari ruangan ini kembali akan menjadi milikku, hanya milikku….

Ku lihat kembali kunci2 di tanganku…
1. kunci yang benar, dan pintu yang salah…
2. kunci yang salah, dan pintu yang salah..
3. kunci yang mungkin benar, dan pintu yang munkin benar
4. kunci yang benar, pintu yang benar, namun ruangan yang salah…

kadang Sang Pembuat Kunci memberikan begitu banyak kunci, pilihan pintu dan ruangan, sebelum Ia memberikan sebuah kunci, pintu, dan ruangan yang tepat untuk kita… jangan pernah memaksaNya membuatkan kunci untuk kita.. nikmati sajalah semua proses’a.. Ia akan memberikan kunci tanpa kita minta… jas let it flow… karna ku pun blum tau, akan mendapatkan berapa banyak kunci lagi.. sebelum akhirnya mendapatkan kunci, pintu dan ruangan yang memang Ia ciptakan untukku….

Hari ini knapa tiba2 gw ngerasa bimbang sama smua yg gw jalanin. Apa gw harus terus berjalan di jalan ini? Sedang gw gag yakin gw mampu terus bertahan… Apa ini jalan yg terbaik bwt semua? Apa ini pilihan bersama, atau cuma ego sebelah pihak bwt membenarkan keinginan’a? Apa gw yakin? Apa smua akan berakhir mudah? Atau malah gag akan berakhir? Berapa lama gw bisa bertahan menghadapi smua… Dan yg terpenting adalah, Apa bener dia mau gw slalu ad disamping’a???

Masalah ini makin beraaaat bgt… Gw gag bsa bebas curhat k nyokap or shabat2 gw, karna tanpa nanya pun, gw tau apa yg akan mereka bilang… So far cuma curhat ma kang iman aj, *thx y kang… Dah mau di ganggu ma d… Afwan…* knapa ma kang iman curhat’a? Karna gw tau dia bisa menempatkan diri di tmpat netral, n he know me, better than him… *bkn begitu kang?! Hehe… ;-)*

Sampe skrg gw blum bisa mutusin jalan mana yg akan gw ambil… Coba terus berjalan di atas puing2 cinta yg tlah rapuh *pasha bgt..* apa pergi jauh dr dia, ninggalin smua masalah ini, n happy being single again,, n nunggu datang’a sang ksatria (yg bnar2 ksatria) bwt menjadikan gw bidadari surga’a… 🙂

aku benci rasa ini..
serasa menjadi orang terbodoh di bumi,
cinta tidak buta kawan, kadang malah kita yang di butakannya…

aku benci rasa ini…
terlalu berat untukku untuk menyakui “aku cemburu”

tiap kali kau berbicara tentangnya..
tiap kali kau bercerita tentang dia…
tiap kali kau menyebut namanya…

aku cemburu….

aku hanya ingin seluruh dunia tau, kau milikku…
aku hanya ingin seluruh dunia tau, aku mencintaimu…

hanya itu…

tak taukah kau,
tiap kali kau berkata tentangnya, aku cemburu…
tiap kali kau bercerita tentang dia aku terluka…
dan makin terluka tiap kali kau menyebut namanya.

tak pernahkah kau rasakan rasa ini?

Telah kumaafkan
Semua kesalahanmu
Asal kau mau berjanji
Tidak mengulanginya lagi

Telah ku trima
Sakitnya di hianati
Sedalam cintaku ini
Selama hidupku ini

Hatiku cuma ada satu
Sudah untuk mencintaimu
Tolong jangan sakiti lagi
Nanti aku bisa mati

Cintaku cuma untuk kamu
Sayangku cuma sama kamu
Tolong jangan hancurkan lagi
Nanti aku bisa mati..,

Hari ini ku awali pagi seperti biasa, kulihat langit masih berwarna biru, teduh, indah, tpi ku tau, semua tak kan sama lagi…

Mentari masih bersinar dng gagah’a, lembut menghangatkan jiwa, tpi ku tau, semua tak kan sama lagi,,

Kau masih dsini, kau masih menemani, kau masih melengkapi, tapi ku tau, semua tak sama lagi…

Ketika cinta terhianati, ketika hati terlukai, ketika semua janji tak tertepati,, semua tak kan sama lagi,,

Ketika kata setia tak berarti, ketika janji hati ternodai, ketika ikrar cinta tak berarti,, semua tak kan sama lagi….

Dan mulai hari ini semua tak kan sama lagi..