Archive for January, 2009

bunda aku rindu…

Posted: January 30, 09 in Uncategorized
Tags: , ,

bunda.. knapa begitu lama tak kau sambangi aku dalam mimpiku.. aku rindu padamu, bunda. bunda banyak yang ingin ku ceritakan padamu tentang gundahku, tentang rasa2 ku, dan tentang dia penyebab gundah itu…

bunda… ku ingin bercerita… aku jatuh cinta, mungkin tak sehebat yang pertama, tapi kucinta dia bunda…
bunda.. baru kali ini kurasa takut kehilangan, padahal di hati tlah ku bangun istana ke ikhlasan…
bunda.. baru kali ini kurasa sulit berbagi kebahagiaan, padahal slalu kau tanamkan rasa penerimaan…

dulu kau berkata bunda.. jangan pernah pernah memberikan seluruh hati pada yang lain selain Dia…
dulu kau pernah berkata.. jika kau mencintai MahlukNya, bersiaplah terluka…

bunda.. datanglah padaku malam ini… sambangi aku dalam tidur malamku bunda… karna ku rindu padamu..

ku ingin bercerita tentangnya, sambil merebahkan kepala di pangkuanmu, seperti dulu, saat pertama kali rasa itu datang padaku…

Advertisements

Hari ini knapa tiba2 gw ngerasa bimbang sama smua yg gw jalanin. Apa gw harus terus berjalan di jalan ini? Sedang gw gag yakin gw mampu terus bertahan… Apa ini jalan yg terbaik bwt semua? Apa ini pilihan bersama, atau cuma ego sebelah pihak bwt membenarkan keinginan’a? Apa gw yakin? Apa smua akan berakhir mudah? Atau malah gag akan berakhir? Berapa lama gw bisa bertahan menghadapi smua… Dan yg terpenting adalah, Apa bener dia mau gw slalu ad disamping’a???

Masalah ini makin beraaaat bgt… Gw gag bsa bebas curhat k nyokap or shabat2 gw, karna tanpa nanya pun, gw tau apa yg akan mereka bilang… So far cuma curhat ma kang iman aj, *thx y kang… Dah mau di ganggu ma d… Afwan…* knapa ma kang iman curhat’a? Karna gw tau dia bisa menempatkan diri di tmpat netral, n he know me, better than him… *bkn begitu kang?! Hehe… ;-)*

Sampe skrg gw blum bisa mutusin jalan mana yg akan gw ambil… Coba terus berjalan di atas puing2 cinta yg tlah rapuh *pasha bgt..* apa pergi jauh dr dia, ninggalin smua masalah ini, n happy being single again,, n nunggu datang’a sang ksatria (yg bnar2 ksatria) bwt menjadikan gw bidadari surga’a… 🙂

Akhir2 ini, kulihat kau tak bercahaya, tak kulihat kau ceria, apa yg terjadi, adikku sayank??

Akhir2 ini, knapa slalu ad mendung di wajah cantikmu?? Tak lagi seperti yg dlu… Apa yg terjadi pada humaira ku??

Andai ku dapat mengambil smua bebanmu.. Andai dapat ku alihkan mendung itu, kan kulakukan semampuku…

Dlu kau untaikan asa, kan datang padamu sang ksatria, yg mampu menjadikanmu bidadari surganya…

Apa kini kau terluka? Karna pedang sang ksatria, yg menghujam mu tiba2?

Atau kau terluka, oleh racunnya, yg membuatmu tak berdaya…

Adikku sayang,, ku masih untaikan asa untukmu, suatu hari kan datang sang ksatria, yg akan menjadikanmu bidadari surganya…

Adik ku sayang,, ku masih mengukir mu dalam relung hati, mencintaimu dng cinta Nya, semoga kita bersatu disana, dalam Jannah Nya…

Ternyata begini rasanya…

Posted: January 27, 09 in Uncategorized

Jeng… Surat terbuka ini ku tulis untukmu…

Maaf jeng… Kita gag pernah bertemu,, tpi aq sadar, pernah ku ukir sebuah luka di relung hatimu.. Maafkan aq, pernah berhasrat mengambil’a dri mu. Pernah mengukir hati’a dgn hayalan indah tentang kami. Aku tau, aku salah… Sangat salah… Aku yg membawa diriku masuk terlalu jauh diantara kalian… Maafkan aq…

Maaf jeng… Tlah ku ukir sebuah luka di hatimu. Saat kau sadar ad yg berubah pada’a, pada perhatian’a, pada kasih’a, maaf jeng…

Sampai saat kau berhasil mendapatkan’a kembali… Kau tau, tlah kau buat aq terpana pada keteguhan hatimu.. Pada kesungguhan cintamu padanya, kesetiaanmu… Dan kekuatan hatimu…

Jeng, saat aq bertemu dng’a, ku ukir sebuah asa, kan kucoba mencintainya, seperti kau mencintai dia…

Ku coba menutup semua mataku.. Seperti kau menutup matamu.. Karna ku yakin, dia milikku..

Terus mendampinginya, apapun yg terjadi.. Menerima semua kebaikan dan keburukannya..

Jeng… Ternyata begini rasanya,,

Ternyata sesakit ini… Maafkan aq jeng… Mungkin telah ku ukir luka yg sama padamu…

Kadang ku ingin lari dr semua, aq tak sekuat kmu…

aku benci rasa ini..
serasa menjadi orang terbodoh di bumi,
cinta tidak buta kawan, kadang malah kita yang di butakannya…

aku benci rasa ini…
terlalu berat untukku untuk menyakui “aku cemburu”

tiap kali kau berbicara tentangnya..
tiap kali kau bercerita tentang dia…
tiap kali kau menyebut namanya…

aku cemburu….

aku hanya ingin seluruh dunia tau, kau milikku…
aku hanya ingin seluruh dunia tau, aku mencintaimu…

hanya itu…

tak taukah kau,
tiap kali kau berkata tentangnya, aku cemburu…
tiap kali kau bercerita tentang dia aku terluka…
dan makin terluka tiap kali kau menyebut namanya.

tak pernahkah kau rasakan rasa ini?

Telah kumaafkan
Semua kesalahanmu
Asal kau mau berjanji
Tidak mengulanginya lagi

Telah ku trima
Sakitnya di hianati
Sedalam cintaku ini
Selama hidupku ini

Hatiku cuma ada satu
Sudah untuk mencintaimu
Tolong jangan sakiti lagi
Nanti aku bisa mati

Cintaku cuma untuk kamu
Sayangku cuma sama kamu
Tolong jangan hancurkan lagi
Nanti aku bisa mati..,

“… Mereka yang tidak paham dahsyatnya api akan mengobarkannya dengan sembrono. Mereka yang tidak paham energi cinta akan meledakkannya dengan sia-sia. Dirinya bukan malaikat yang tahu siapa lebih mencintai siapa dan untuk berapa lama. Tidak penting. Ia sudah tahu. Cintanya adalah paket air mata, keringat, dan dedikasi untuk merangkai jutaan hal kecil agar dunia ini menjadi tempat yang indah dan masuk akal bagi seseorang.”

Lelahmu…jadi lelahku juga
Bahagiamu…bahagiaku pasti
Berbagi takdir kita selalu
Kecuali tiap kau jatuh hati

Kali ini hampir habis dayaku
Membuktikan padamu ada cinta yang nyata
Setia hadir setiap hari
Tak tega biarkan kau sendiri
Meski seringkali kau malah asyik sendiri

Karena kau tak lihat
Terkadang malaikat tak bersayap
Tak cemerlang, tak rupawan
Namun kasih ini, silakan kau adu
Malaikat juga tahu
Siapa yang jadi juaranya

Hampamu tak kan hilang semalam
Oleh pacar impian, tetapi kesempatan
Untukku yang mungkin tak sempurna
Tapi siap untuk diuji
Ku percaya diri, cintakulah yang sejati

Namun tak kau lihat
Terkadang malaikat tak bersayap,
Tak cemerlang, tak rupawan
Namun kasih ini, silakan kau adu
Malaikat juga tahu
Siapa yang jadi juaranya

Kau selalu meminta terus kutemani
Dan kau s’lalu bercanda andai wajahku diganti
Melarangku pergi karena tak sanggup sendiri

Namun tak kau lihat
Terkadang malaikat tak bersayap,
Tak cemerlang, tak rupawan
Namun kasih ini, silakan kau adu
Malaikat juag tahu
Aku kan jadi juaranya